Forum Diskusi dan Komunikasi Masyarakat Purworejo dan Sekitarnya

..:: TEMPAT NGOBROLNYA WONG PURWOREJO ::..
 
IndeksIndeks  PortalPortal  CalendarCalendar  GalleryGallery  FAQFAQ  AnggotaAnggota  PencarianPencarian  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Navigasi
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Latest topics
» Lowongan BI
2010-11-08, 8:56 pm by ki unthul

» Suruh komputer kamu ndongeng dengan program Nanospeak
2010-11-08, 8:32 pm by ki unthul

» LIMBAH KOMPUTER
2010-11-08, 7:12 pm by ki unthul

» Menabung dengan Modal Nol...
2009-11-16, 11:17 pm by nano_bagelennet

» PARTNER BISNIS ONLINE
2009-11-10, 12:16 am by Admin

» Lowongan Kerja Online
2009-10-30, 2:52 am by praditayoga

» Bisnis Internet Itu Bohong gak sih...
2009-10-20, 2:41 pm by Admin

» R4 S-Booter v3 Public
2009-10-15, 10:42 pm by •boements•

» Fighter Attack -3.0 [Public] ~By~ I-N-D-R-A
2009-10-15, 9:26 pm by •boements•

Statistics
Total 23 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah Mahar

Total 173 kiriman artikel dari user in 149 subjects
Social bookmarking
Social bookmarking Digg  Social bookmarking Delicious  Social bookmarking Reddit  Social bookmarking Stumbleupon  Social bookmarking Slashdot  Social bookmarking Furl  Social bookmarking Yahoo  Social bookmarking Google  Social bookmarking Blinklist  Social bookmarking Blogmarks  Social bookmarking Technorati  

Bookmark and share the address of Cah Pordjo Community on your social bookmarking website

Bookmark and share the address of Forum Diskusi dan Komunikasi Masyarakat Purworejo dan Sekitarnya on your social bookmarking website
Histats
Forum Visitor

Share | 
 

 Bedug Terbesar Di Dunia

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin
Admin


Zodiac : Pisces Jumlah posting : 132
Points : 2998
Join date : 05.10.09
Age : 40
Lokasi : Purworejo - Jawa Tengah

PostSubyek: Bedug Terbesar Di Dunia   2009-10-07, 9:15 pm

Bedug terbesar di dunia yang ditabuh sebagai tanda waktu sholat ini, berada di dalam Masjid Darul Muttaqien, alun-alun Purworejo, Bedug ini merupakan karya besar umat Islam yang pembuatannya diperintahkan oleh Adipati Cokronagoro I, Bupati Purworejo pertama yang terkenal sangat peduli terhadap perkembangan agama Islam.

Awal mulanya, Cokronagoro I sangat menginginkan memiliki sebuah bangunan Masjid Agung di tengah kota sebagai pusat kegiatan ibadah sekaligus memberikan ciri Islamiyah pada Kabupaten Purworejo yang dipimpinnya.

Maka di sebelah barat alun-alun kota Purworejo yang berdekatan dengan kediaman (pendopo) Bupati , didirikanlah Masjid Agung Kadipaten yang sekarang bernama Masjid Darul Muttaqien. Masjid ini dibangun pada hari Ahad, tanggal 2 bulan Besar Tahun Alip 1762 Jawa, bertepatan dengan tanggal 16 April 1834 M, seperti tercantum pada prasasti yang terpasang di atas pintu utama masjid yang berada di Desa / Kelurahan Sindurjan.

Dalam membangun masjid ini tampaknya Cokronagoro I tak ingin asal jadi. Ia meminta para ahli untuk mendapatkan kayu terbaik sebagai bahan utama pendirian masjid. Dibangun dengan gaya arsitektur Jawa berbentuk Tanjung Lawakan lambang Teplok yang mirip Masjid Agung Keraton Solo, bahan-bahan untuk membuat tiang utama masjid ini berasal dari kayu jati bang yang mempunyai cabang lima buah dengan umur ratusan tahun dan diameter lebih dari 200 cm dan tingginya mencapai puluhan meter.

Di atas tanah seluas kurang lebih 8.825 m2 masjid ini akhirnya berdiri megah di pusat kota Purworejo sebagai setra kegiatan dakwah dan ibadah muslim.

Kemegahan masjid tak ada gunanya tanpa banyaknya jumlah jamaah sebagai syarat utama memakmurkan masjid. Untuk itu, dipikirkan sarana “ mengundang “ jamaah hingga terdengar sejauh-jauhnya lewat tabuhan bedug sebagai tanda waktu sholat menjelang adzan dikumandangkan ( saat itu belum ada alat pengeras suara ).

Sekali lagi Cokronagoro I memerintahkan pembuatan Bedug dengan ukuran sangat besar dengan maksud agar dentuman bunyi bedug terdengar sejauh mungkin sebagai panggilan waktu sholat umat muslim untuk berjamaah di masjid ini.

Raden Patih Cokronagoro bersama Raden Tumenggung Prawironagoro ( Wedono Bragolan ) yang juga adik dari Cokronagoro I menjadi pelaksana tugas membuat Bedug Besar itu. Sama seperti bahan pembuatan masjid yang menggunakan kayu jati pilihan , bedug besar ini pun disepakati dibuat dari pangkal ( bonggol ) kayu jati bang bercabang lima ( dalam ilmu bangunan Jawa/Serat Kaweruh Kalang, disebut pohon jati pendowo ). Daerah tempat pohon jati ini berasal adalah Dusun Pendowo, Desa Bragolan, Kecamatan Purwodadi.

Konon, pohon jati yang digunakan untuk membuat bedug ini sebelumnya dianggap sebagai pohon keramat yang tak boleh ditebang. Namun karena Islam tak mengenal tahyul, dan atas perintah Bupati, maka pohon jati yamg telah berusia ratusan tahun itu ditebang juga.

Kyai Irsyad seorang ulama dari Loano yang juga dipanggil Mbah Junus akhirnya berhasil menebang sekaligus mematahkan mitos keramat pohon jati tersebut.

Ukuran atau spesifikasi bedug ini adalah : Panjang 292 cm, keliling bagian depan 601 cm, keliling bagian belakang 564 cm, diameter bagian depan 194 cm, diameter bagian belakang 180 cm. Bagian yang ditabuh dari bedug ini dibuat dari kulit banteng.

Pembuatan bedug yang akhirnya dicatat sebagai terbesar di dunia ini, ternyata tak semudah yang dikira. Berbagai kendala harus dilalui sehingga memakan waktu pengerjaan yang cukup lama. Para ulama dan orang-orang yang terlibat dalam pembuatan karya agung ini senantiasa berdoa agar mendapat ridlo dari Alloh SWT.

Akhirnya pada tahun 1837, bedug terbesar di dunia ini rampung dibuat dan diletakkan di dalam Masjid Agung Kabupaten Purworejo ( sekarang Masjid Darul Muttaqien ) yang ditabuh menjelang adzan sebagai tanda waktu sholat.

Hingga sekarang warisan karya sejarah Islam ini terpelihara dengan baik dan tetap ditabuh sesuai fungsinya sebagai tanda waktu sholat. Para pengunjung seperti tak pernah surut mendatangi Masjid Darul Muttaqien, menyaksikan dari dekat bedug raksasa yang telah dicatat sebagai situs sejarah yang turut memberikan makna bagi perkembangan Islam di tanah Jawa.

Klenteng

Terletak di Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo tepatnya di belakang pasar Baledono Purworejo. Bangunan ini didirikan pada tahun 1888 oleh masyarakat Konghucu/Buddha. Bangunan ini dihiasi dengan ukiran-ukiran serta ornamen-ornamen yang memiliki nilai estetika budaya tinggi.

Gereja

Gereja ini didirikan pada tahun 1927 oleh Mgr. Fisser, M.Sc. dengan arsitektur bergaya gothic. Sampai saat ini gereja ini terawat dengan baik karena terletak di area Buderan dimana selain gereja di komplek tersebut ada juga lembaga pendidikan yaitu SLTP dan SLTA Buderan.

Gereja ini dibangun pada tahun 1879 dengan arsitektur gaya Eropa beratap pilar dan pilaster bergaya Yunani. Gereja ini bertempat di sebelah timur alun-alun dan sangat ramai dikunjungi umat pada hari Minggu dan hari-hari besar keagamaan seperi Natal.

Sumber : http://purworejokab.go.id
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://purworejoforum.friendhood.net
 
Bedug Terbesar Di Dunia
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Ombak-ombak terbaik dunia
» 10 motor jalanan tercepat di dunia
» 10 kejadian Aneh Dunia
» 10 Negara dengan Jumlah Perokok TerTinggi di Dunia
» Kolibri - Burung Terkecil di Dunia

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Diskusi dan Komunikasi Masyarakat Purworejo dan Sekitarnya :: WISATA :: Religi-
Navigasi: